Hari 5: Bike Tours @Ayutthaya (2D SINGAPORE + 6D THAILAND TRIP)

Pagi jam 6 kami sudah mempersiapkan diri kami untuk berpetualang ke salah satu tujuan yang wajib dikunjungi ketika hijrah ke Thailand, Ayutthaya. Ayutthaya adalah kota bersejarah yang berlokasi di utara kota Bangkok. Ada dua sarana transportasi yang paling umum digunakan untuk menuju ke Ayutthaya dari Bangkok, yaitu kereta api dan minibus walaupun lebih terlihat seperti minivan. Kami lebih memilih naik kereta api karena harga yang jauh lebih murah dari minivan dan pemandangan yang lebih menyegarkan mata karena rute kereta api melewati pemukiman dan persawahan.

Sebelum ke Ayutthaya kami sudah merencanakan untuk mengunjungi Bang Pa-In Royal Palace atau Summer Palace terlebih dahulu. Oleh karena itu, kami membeli tiket stasiun Hua Lamphong menuju stasiun Bang Pa-In seharga THB 12 untuk kelas ekonomi (murah bukan?). Kereta itu berangkat pukul 7 pagi dan diperkirakan tiba ke Bang Pa-In pada pukul 8. Gerbong kereta yang kami naiki cukup bersih dengan tempat duduk yang berformasi 2-3 x 7 baris. Tentunya kami memilih tempat duduk yang dekat jendela agar dapat melihat pemandangan disepanjang perjalanan.

Rute kereta api dari Hua Lamphong menuju Bang Pa-In melewati bandara Don Muaeng. Saat menunggu keberangkatan kereta di dalam gerbong, kami melihat dua bule yang kebingungan dan bertanya kepada penumpang lokal dengan menunjukkan tiket menuju Don Muaeng dan boarding pass pesawatnya. Ternyataaa… Tujuan airport mereka salah, seharusnya pesawat mereka menunggu di Suvarnabhumi bukan di Don Muaeng. Alhasil, mereka pun langsung berlari keluar dari gerbong kereta dengan menyeret koper besar mereka karena mungkin untuk mengejar pesawat karena jarak Hua Lamphong ke Suvarnabhumi yang jauh (sekitar 30-40 menit dengan menggunakan BRT, apalagi saat itu adalah rush hour).

Kereta yang kami tumpangi pun akhirnya berangkat, kereta sempat berhenti di tengah rute. Saat berhenti itu, terlihat sebuah jalan kecil di sebelah sepanjang rel kereta api. Disana terlihat penduduk lokal, penjual makanan dan minuman, dan biksu dengan kain lenan berwarna oranyenya. Terlihat dua orang biksu masuk ke dalam gerbong yang kami naiki, seorang yang terlihat lebih tua mendatangi kami dan berbicara dalam bahasa Thai yang pastinya tidak kami mengerti. Lalu seorang lainnya yang lebih muda memanggilnya untuk duduk di tempat yang memang telah diprioritaskan untuk orang dengan handicap dan biksu. Setelah kami cerna, sepertinya biksu itu ingin duduk di kursi yang kami duduki dan kami tidak beranjak karena kami tidak tahu apa yang dia katakan (maaf biksu, awake dewe ora mudeng).

Akhirnya kereta kami tiba di stasiun Hua Lamphong, apesnya kami tidak sadar kalau itu Hua Lamphong. Kami baru sadar ketika kereta mulai berjalan dan kami pastikan dengan Google Maps. Ya mau tidak mau, kami harus dengan tegar hati mengurungkan niat kami menuju Summer Palace dan langsung cus ke Ayutthaya. Di perjalanan, kami kembali membaca review-review tentang Ayutthaya, kami mendapatkan informasi bahwa untuk mengelilingi seluruh destinasi di Ayutthaya tidak cukup hanya dengan setengah hari saja, sehingga para traveller pendahulu lebih menyarankan untuk fokuskan satu hari di Ayutthaya saja, tidak perlu mengunjungi Summer Palace. Melihat review itu, saya merasa cukup lega tapi juga sedikit tidak percaya.

Setibanya di Ayutthaya, kami langsung keluar menuju stan makanan yang berada tepat di seberang stasiun karena perut kami sudah berontak. Setelah itu kami menuju persewaan sepeda yang berada di gang seberang stasiun dan disebelah stan makanan. Kami cukup menyewa sepeda karena harga yang relatif lebih murah untuk dua orang saja, apabila travelling dalam satu grup yang berjumlah sekitar lima orang atau lebih, lebih baik menyewa jasa tuk-tuk yang dapat mengantarkan ke semua destinasi, tapi yang harus diingat adalah DON’T FORGET TO BARGAIN!. Pemilik persewaan sepeda menawarkan dua jenis sepeda yaitu sepeda trek seharga THB 100 dan sepeda onthel seharga THB 50. Perbandingan harganya cukup signifikan, karena memang beda kualitasnya. Sepeda trek dapat mengganti gear sehingga memudahkan jika saat jalan tanjakan, namun sepeda onthel juga memiliki keranjang di bagian depan stang kemudi sehingga tidak perlu terus mengangkat tas yang berat selama perjalanan. Kami memilih sepeda trek agar lebih nyaman saat perjalanan, tapi nyatanya tidak senyaman itu karena saya membawa tas yang cukup berat (kamera, air minum, payung, dan lain-lain). Si pemilik persewaan memberikan peta wisata Ayutthaya yang telah dinomori berdasarkan jarak yang ditempuh dari stasiun. Dia juga memberi tahu bahwa kita dapat menaiki kapal di seberang gang, atau gowes mendaki jembatan dengan sepeda yang lebih capek namun sehat. Bule-bule yang menyewa sepeda mayoritas lebih memilih menyebrang lewat jembatan, tidak mau kalah kamipun juga ikut menyebrang lewat jembatan.

Kami berencana bergerak mengikuti nomor yang tertera di peta yang diberikan. Di tengah jalan di persimpangan, seorang bule cowok mendekati kami untuk menanyakan rute yang sama dengan kami menuju ke nomor satu yaitu Wat Mahathat. Kami menunjukkan arah kepadanya, yang beberapa detik kemudian kami menyadari bahwa arah yang kami tunjukkan salah (maaf mas bule). Setibanya di Wat Mahathat, kami tengok kiri kanan untuk mencari mas bule yang kami sesatkan tadi untuk meminta maaf, tapi tidak ketemu, ok lanjut saja ke loket tiket masuk. Tiket yang dijual ada dua jenis, yaitu single trip untuk satu wat saja atau paket untuk lima wat. Paket untuk lima wat lebih murah dibandingkan tiket single trip dikali lima, kami beli saja tiket paket untuk dua orang. Tidak lama setelah masuk, kami melihat mas bule tadi yang sepertinya dia sudah lupa wajah kita, AMAANNN.
Berikut adalah urutan destinasi gowes kami:

  1. Wat Mahathat, yang merupakan wat yang terkenal dengan patung kepala Buddha yang tertanam di akar pohon tua
  2. Wat Ratchaburana, yang berada diseberang Wat Mahathat
  3. Wat Thammikarat, yang terkenal dengan stupa yang dikelilingi singa-singa dan patung naga berkepala tujuh dikaki tangga menuju kuil
  4. Wat Phra Sri Sanphet, merupakan kuil terpenting di Ayutthaya yang terletak di Grand Palace (http://www.ayutthaya-history.com/Temples_Ruins_PhraSisanphet.html)
  5. Wat Phra Ram, wat yang terletak di dekat danau
  6. Wat Chai Wattanaram, wat yang terletak diujung barat daya Ayutthaya yang merupakan daya tarik utama turis yang berkunjung ke Ayutthaya
  7. Wat Panan cherng, yang memiliki patung Buddha berjejer dengan dibalut kain berwarna kuning
  8. Wat Yai Chai Mongkol, dengan taman yang indah, kuil yang sangat tinggi, dan Buddha yang terbaring dengan dibalut kain berwarna kuning

Bentuk dan suasana disetiap wat yang kami kunjungi kurang lebih sama satu dengan yang lain. Setiap wat juga memiliki keunikannya masing-masing. Hampir semua wat yang kami kunjungi terlihat puing-puing bangunan sejak jaman kerajaan Siam yang telah direstorasi. Disetiap spot destinasi tertancap papan peringatan dan peraturan untuk seluruh pengunjung, salah satunya larangan memindahkan satu batu pun disana. Ayutthaya yang dulunya pusat kerajaan Siam memang merupakan tujuan recommended untuk belajar sejarah Siam dan sebagai surga panorama bagi fotografer.
Semua destinasi kami lalui dengan gowes, itulah best moment saya selama di Thailand. Total waktu yang kami tempuh berputar-putar mengelilingi Ayutthaya memakan sekitar delapan jam dengan jarak kurang-lebih 20km, dan itu semua perjalanan kami hanya menggunakan sepeda. MAKIN KURUS, MAKIN HITAM, KAKI PEGAL, tapi WONDERFUUUULLLL itulah pengalaman singkat yang mewakili perjalanan kami ke Ayutthaya. Kami kembali menuju stasiun Ayutthaya pada pukul enam sore, dan membeli tiket kereta kembali ke Hua Lamphong yang berangkat pada pukul tujuh. Saat di stasiun lah terlihat kulit Delvo yang menjadi lebih gelap eksotis dengan garis yang masih putih di wajahnya karena dilindungi kacamatanya. Untungnya selama mengelilingi Ayutthaya saya selalu memakai sunblock yang saya apply setiap empat jam, sedangkan Delvo tidak mau mengoleskan pada kulitnya. Kami tiba di Hua Lamphong sekitar pukul setengah sembilan malam.

CAPEK? PASTI… TAPI INI ADALAH MOMEN TERBAIK SAYA SELAMA TAHUN 2016 (yay!)

 


Album foto yang lebih lengkap, silahkan kunjungi halaman Facebook saya atau https://imgur.com/a/sayxw