Hari 6: Landmark @Bangkok (2D SINGAPORE + 6D THAILAND TRIP)

Hari ini adalah hari yang kami khususkan untuk menjelajahi dua destinasi yang merupakan icon kota Bangkok, yaitu Wat Pho, Wat Arun, dan Wat Phra Kaew atau Grand Palace. Ketiga wat tersebut lokasinya saling berdekatan sehingga dapat ditempuh dalam sekali jalan. Pengunjung dapat menuju kesana dengan menggunakan ferry yang ada di sungai Chao Phraya. Pier utama di Bangkok bernama Sathorn yang dekat dengan stasiun BTS Saphan Taksin sehingga merupakan pier yang paling mudah diakses. Ada berbagai macam pilihan kapal menuju Wat Arun, dari kapal lokal, kapal dengan bendera, hingga kapal express untuk wisatawan atau tourist boat yang bernama Chao Phraya Express. Harganya pun pasti berbeda, Chao Phraya Express mematok harga THB 40 sekali jalan, sedangkan kapal lainnya pasti lebih murah. Rutenya pun berbeda, Chao Phraya Express berhenti di pier-pier yang dekat dengan tujuan utama wisatawan (seperti Yaowarat atau Chinatown, dan ketiga wat yang telah disebutkan), kapal lokal lebih menjangkau seluruh pier, kapal dengan bendera berhenti di beberapa rute tergantung warna benderanya. Saat itu kami memilih Chao Phraya Express, karena kami belum mengenal rute kapal-kapal lainnya (dari pada tersesat).

Tujuan pertama kami adalah Wat Arun atau Temple of Dawn, kuil yang dari kejauhan terlihat berwarna putih menjulang indah dan dikelilingi empat pagoda yang berukuran lebih kecil. Untuk menuju ke Wat Arun, kami berhenti di Tha Tien lalu menyebrang dengan kapal khusus penyebrangan disana dengan kocek THB 3 saja perorangnya. Tiket masuk dijual seharga THB 100, cukup fair dengan service pemandangan luar biasa yang ditawarkan. Namun, saat itu cukup banyak wisatawan disana sehingga kami cukup melihatnya dari luar saja tanpa masuk ke dalam kuil. Kami hanya singgah beberapa menit saja hanya untuk mengambil foto dan melihat keadaan sekitar. Saat itu memang kuil utama sedang direnovasi, terlihat besi dan tali masih menghiasi tembok luar kuil utama yang megah. Setelah puas berputar dan mengabadikan gambar, kami kembali menyebrang ke Tha Tien dan berjalan menuju ke Wat Pho yang dapat ditempuh hanya sekitar 10 menit dengan jalan kaki.

Jalan menuju Wat Pho terlihat padat dengan kendaraan besar hingga kecil, tetapi memang jalan akses kesana cukup sempit. Terdapat dua orang yang berjaga di tiket masuk, loket sebelah kiri hanya menerima uang pas, loket tengah bisa menerima uang besar, sedangkan loket kanan kosong tiada penghuni. Wat Pho merupakan wat yang terkenal dengan patung Buddha emas raksasa yang sedang berbaring, membuat kuil ini disebut dengan Temple of the Reclining Buddha. Selain itu, wat ini sangat luas dan terdapat beraneka ragam patung dan jenis pagoda dan kuil, sehingga dengan biaya masuk seharga THB 100 dapat membuat mata melotot, mulut melongo, dan kaki pegal saat berkeliling didalamnya. Adapun didalam telah disediakan peta beserta keterangan spot-spot yang ada didalam Wat Pho yang disajikan dalam berbagai bahasa. Juga pengunjung dapat menukarkan sepucuk bagian tiket yang telah dibeli dengan sebotol air mineral 350ml.

Setelah puas dan capek berkeliling di Wat Pho, tujuan selanjutnya adalah Wat Phra Kaew atau Grand Palace atau Temple of the Emerald Buddha. Cukup jalan kaki selama 10 menit untuk sampai ke pintu masuk Grand Palace. Jalan menuju Grand Palace sangat luas dan indah, ada berbagai macam patung dan bangunan yang menarik untuk dijadikan objek fotografi. Sesampainya di Grand Palace, terlihat antrean turis yang cukup panjang menuju ke loket penjualan tiket. Tiket masuk Wat Phra Kaew cukup mahal, dengan harga THB 500 pengunjung dapat berkeliling di dalam Grand Palace yang luaaasss sekali dan dipersilahkan masuk ke dalam museum-museum yang ada didalamnya secara gratis. Sebelum masuk, kami mengunjungi museum sejarah kerajaan Thailand terlebih dahulu. Didalamnya terdapat pelbagai macam barang dari senjata, koin, teko, pakaian, hingga foto raja-raja yang pernah memerintah Thailand. Keluar dari museum, kami langsung masuk menuju Wat Phra Kaew. Kami disambut tiga pagoda yang tinggi besar dan berjajar dengan bentuk yang berbeda satu dengan yang lain di sebelah kiri pintu masuk. Area Grand Palace dibagi menjadi empat blok, yaitu blok kuil-kuil yang menyambut wisatawan saat pertama kali masuk ke Grand Palace di bagian barat, dibagian utara terdapat blok istana, dibagian timur terdapat komplek bangunan-bangunan ala Eropa dan kompleks Food and Beverages, dan dibagian selatan merupakan pintu masuk dan keluar yang telah kami lewati. Di blok istana terlihat tentara-tentara yang berjaga di setiap sudut istana. Tampang mereka tampak kaku dengan ekspresi yang datar dengan tambahan aura tegas yang dipancarkan dari seragam prajurit yang mereka kenakan. Banyak wisatawan yang memposisikan diri mereka di sebelah prajurit yang berjaga tersebut untuk berfoto. Alih-alih menolak atau bahkan mengusirnya, si prajurit tetap diam tegap dengan ekspresi datarnya. Dibagian bawah istana terdapat museum senjata, tanpa berlama-lama kami langsung menuju kesana karena itu fetish kami sebagai laki-laki dan gamer (AHAHAHAHA). Kami lanjutkan perjalanan menuju ke timur untuk mencari setetes air minum karena kami telah menghabiskan jatah air minum kami akibat dari cuaca yang cukup panas siang itu. Lalu dilanjutkan dengan keluar dari Grand Palace. Sebenarnya di tiket masuk Grand Palace terdapat sebuah tiket selingan untuk suatu show, tapi kami tidak menemukannya. Kami dan sepasang bule juga sudah menanyakan ke petugas yang berjaga disana, namun mereka pun sepertinya juga tidak tahu. Oh ya, petugas dan penjaga di Grand Palace rata-rata mampu berbahasa Inggris, jadi cukup mudah untuk bertanya-tanya disana.

Sore itu kami sudah cukup lelah setelah berkeliling ke tiga wat yang luas dengan cuaca panas terik yang diselingi sedikit mendung di siang hari. Kami pun memutuskan untuk mengakhiri jalan-jalan itu. Kami berjalan kaki menuju ke Tha Chang pier yang cukup dekat dengan Grand Palace. Kami kembali ke Sathorn dengan Chao Phraya Express karena kami ingin cepat pulang ke hostel dan beristirahat. Kami mengurungkan niat kami menuju ke Asiatique yang merupakan surga shopping dengan night bazaar dan mallnya.

 


Album foto yang lebih lengkap, silahkan kunjungi halaman Facebook saya atau https://imgur.com/a/sayxw